Block Grant untuk 611 Unit Sekolah Baru

“Di daerah Ujung Kulon, untuk mencapai SMP terdekat mereka harus jalan sejauh 40 km,” ungkap Suyanto, M.Pd, Direktur Jenderal Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Keadaan ini cukup memprihatinkan. Untuk menunjang kemudahan akses penduduk terhadap pendidikan dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar usia pendidikan dasar, Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Austalia, menggulirkan block grant (dana hibah) kepada 171 kabupaten dari 31 provinsi se-Indonesia (kecuali DKI Jakarta dan DI Yogyakarta) sejak awal tahun 2007.

Ada dua peraturan yang mewajibkan semua warga negara Indonesia berusia 7 s/d 15 tahun tanpa kecuali untuk menempuh pendidikan dasar 9 tahun. Inpres No. 1 Tahun 1994 tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun serta Inpres No. 5 Tahun 2006 tentang Percepatan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Program ini, selanjutnya disebut Wajib Belajar 9 tahun yang merupakan salah satu program prioritas pembangunan bangsa untuk menyediakan layanan pendidikan dasar yang bermutu bagi seluruh anak usia pendidikan dasar.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, pemerintah menggulirkan program block grant. Tahap pertama program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP dan pengembangan SD-SMP Satu Atap telah dikucurkan pada bulan Februari-Maret 2007 lalu. Dengan disaksikan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tahap ke-2 digelar resmi pada tanggal 8 Juni 2007 lalu di Wisma Gelora Bung Karno. Penandatanganan antara Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan para Bupati kepala daerah penerima program block grant tahap ke-2, ini dihadiri oleh sekitar 180 orang yang terdiri dari para Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten penerima block grant.

Percepatan Tuntaskan Wajar Dikdas 9 Tahun
Target APK SMP sebagai salah satu indikator utama penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun diniatkan mencapai 95% pada tahun 2008/2009. Artinya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersama-sama masyarakat harus melakukan berbagai upaya untuk menaikkan APK sekitar 6,32% dalam kurun waktu 2007 s/d 2008 dengan cara menyediakan tambahan layanan pendidikan bagi sekitar 1,5 juta anak usia 13-15 tahun. Untuk tingkatkan jumlah APK SMP, sejak tahun 2004 s/d 2006 Depdiknas telah membangun sebanyak 1001 USB SMP. Dengan perincian tahun 2004 sebanyak 246 unit, 2005 sebanyak 291 unit, dan tahun 2006 sebanyak 464 unit.

Kebijakan percepatan penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun, telah mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan kabupaten dan kota yang APK nya di bawah rata-rata nasional. Penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun, merupakan program bersama antara pemerintah, pemda, orang tua murid, dan masyarakat. Upaya menggalang partisipasi masyarakat perlu dilakukan agar dapat mendorong pihak-pihak penyelenggara pendidikan dari sektor organisasi kemasyarakatan maupun lembaga-lembaga swasta maupun keterlibatan pihak dari luar negeri.
Dukungan pemerintah Australia berupa pinjaman lunak dan hibah melalui Australia Indonesia Partnership on Reconstruction and Development (AIPRD) dalam Australia-Indonesia Basic Education Program (AIBEP). “Itu pinjaman dengan nilai bunga 0%. Jumlah dana pinjaman berkisar 200juta dollar Australia. Pinjaman ini kira-kira berjangka tahun hingga 20 s/d 25 tahun ke depan. Proporsi dana pinjaman diperkirakan sebesar 45% dari keseluruhan dana yang jumlahnya lebih dari Rp 600 Miliar. 

Dengan sokongan ini, Depdiknas melakukan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan pengembangan SD-SMP Satu Atap yang pelaksanaannya diutamakan di daerah dengan APK di bawah rata-rata nasional. Untuk tahun 2007 ini, Indonesia akan membangun 611 unit. 300 unitnya merupakan realisasi program AIBEP/AIPRD untuk kawasan Indonesia Timur.
 Sejak tahun 2005 s/d 2006 telah dibangun SMP Satu Atap sebanyak 1.185 unit, dengan rincian tahun 2005 sebanyak 424 unit, tahun 2006 sebanyak 761 unit. Untuk tahun 2007, Depdiknas akan membangun 1.221 unit dan 270 unit diantaranya adalah sokongan dari program AIBEP/AIPRD.

Tanggung jawab atas pembangunan USB dan SMP Satu Atap ini, berada di tangan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten.  Lebih detailnya, proses yang harus dilakukan di setiap daerah yang telah ditetapkan sebagai penerima block grant adalah membentuk forum komunikasi untuk proses pembangunannya. Forum ini diketuai oleh camat, dan anggotanya adalah kepala dinas pendidikan kecamatan, serta lurah dan perangkat desa. Forum ini disebut, Forum Komunikasi Masyarakat.

Setelahnya, Forum Komunikasi Masyarakat membentuk komite yang keanggotaannya diketahui dan ditetapkan oleh Bupati kabupaten masing-masing.. Komite ini yang kelak disebut sebagai Komite Pembangunan Sekolah. Komite inilah yang bekerja sebagai “panitia pelaksana” dari mulai urusan pengelolaan dana block grant yang mereka terima hingga ke proses pembangunan USB SMP dan SMP Satu Atap ini selesai. “Pihak Depdiknas juga memberikan workshop/pelatihan agar mereka bisa mengelola block grant yang telah mereka terima. Dan dalam pelaksanaan program ini, masing-masing Komite Pembangunan Sekolah ini didampingi oleh tim konsultan perencana atau construction management dari pusat,” tutur Hamid Muhammad, Direktur dari Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdasmen. Ia menambahkan bahwa tim konsultan perencana ini juga bertugas mengawasi dan memastikan agar pembangunan gedung baru menjadi sesuai dengan kriteria kelayakan yang distandarkan dari pusat. 

Di sisi lain, ia juga menuturkan tentang mekanisme penyaluran dana bantuan ini. Dinyatakan bahwa Komite Pembangunan Sekolah wajib untuk membuka nomor rekening di bank atas nama sekolah masing-masing. Nantinya, dana langsung di transfer dari pusat ke nomor rekening Komite Pembangunan Sekolah yang ada di setiap sekolah. “Akan ada transfer dana tahap pertama sebesar 40% dari dana yang dibutuhkan. Setelah itu, tahap kedua 40%. Lalu, tahap terakhirnya sebanyak 20%,” ungkapnya. Dikehendaki pula, masing-masing jumlah dana yang ditransfer ini diketahui dan disetujui oleh masing-masing Bupati.

Anggaran dana sekitar Rp 600 Miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan Unit Sekolah Baru di seluruh kabupaten penerima bantuan, jumlahnya sangat bervariasi. Untuk kabupaten-kabupaten yang letaknya di Pulau Jawa, diperkirakan anggaran per gedung bisa mencapai Rp800 juta sampai dengan Rp900 juta lebih. Sedangkan untuk pembangunan USB di daerah Papua, anggarannya mencapai angka Rp 1,5 Miliar per gedungnya. Diperkirakan, kisaran anggaran dana tersebut dapat digunakan untuk mendirikan 1 unit USB SMP yang rata-rata terdiri dari 6 ruang kelas dengan daya tampung untuk sekitar 40 orang siswa per kelas.
Ditargetkan, proses pembangunan gedung sekolah baru ini bisa selesai dalam 4 s/d 6 bulan ke depan terhitung sejak bulan Juli 2007 ini. “Artinya, bulan November nanti sudah harus selesai,” ucap Hamid menegaskan. Setelah gedung baru selesai, lokal-lokal kelasnya bisa langsung ditempati tanpa harus menunggu tahun ajaran baru dimulai.

Kebutuhan Guru di Kabupaten Penerima Block Grant
 Akan berdiri gedung-gedung sekolah baru di setiap kabupaten. Hendaknya hal ini juga disertai dengan pertumbuhan jumlah guru sesuai dengan kebutuhan di seluruh kabupaten penerima block grant. Namun, pemerintah pusat hingga kini belum mengeluarkan “tanda-tanda” akan diadakan pengangkatan guru PNS di daerah bergedung baru ini.

 Bagaimanapun, kabupaten-kabupaten penerima block grant ini akan mendukung keputusan dari pihak pusat. Dari sekitar 171 kabupaten yang hadir pada hari itu, salah satunya adalah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Menurut penuturan Drs. Tamsyir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, “Di Bangka Tengah, masih relatif kekurangan tenaga guru. Untuk 125 sekolah di sana, hanya ada 1100 orang tenaga guru. Untuk USB SMP yang baru akan dibangun di Kecamatan Simpang Katis, kami juga belum punya tenaga guru yang akan mengajar di sana.”

 Solusi pun ditawarkan Ditjen Dikdasmen melalui pernyataan yang dilontarkan Hamid Muhammad. Dikatakan bahwa untuk sementara ini pihaknya akan meminta beberapa orang guru yang ada di sekitar lokasi USB SMP maupun SD-SMP Satu Atap untuk mengajar di tempat tersebut. Lanjutnya, “Secara bertahap, kami bersama Ditjen PMPTK akan mengangkat guru-guru di sana sebagai guru SMP yang baru. Dan bagi daerah yang kesulitan tenaga guru, kami akan coba meningkatkan kemampuan guru-guru SD di sana. Akan ada pelatihan khusus untuk para guru SD agar bisa mengajar mata pelajaran di SMP.”
  
Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pendidikan (edisi Juli 2007) dan berkantor di Jakarta.

Writer : Ayu N. Andini

About these ads

~ oleh one1thousand100education pada Juli 21, 2007.

11 Tanggapan to “Block Grant untuk 611 Unit Sekolah Baru”

  1. Bpk Suyanto, M.Pd. ysh.
    Pak tolong dong bantuannya untuk SMPN 1 Pagerageung penambahan fasilitas TIK biar ICT semakin baik melalui dana block grant

  2. Pak Tolong dong bantuan 1 unit Gedung Baru SMP5 Takari Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur.
    Saya menginformasikan kepada Bapak agar dalam pengambilan keputusan di pertimbangkan yakni:
    1. SMP5 Takari sudah penerimaan siswa baru pada bulan juni 2007 dan sekarang proses belajar mengajar sudah berjalan biasa dengan jumlah 60 siswa.
    2. SMP5 Takari juga sudah ada surat ijin dari Dinas Pendidikan kabupaten Kupang untuk berhak menerima siswa baru
    3. Sementara Proses belajar menggunakan gedung SD Gemit Fatukona.
    4. Dukungan dari masyarakat berupah Hibah tanah kepada pemerintah 20 hektar tanpa pungutan biaya.
    5. Pak kalau ada fail proposal usulan dana pembangunan gedung baru mohon kirim buat saya dan saya bersedia memberikan kontribusi biaya pembuatab proposal jika bapak menghendakinya.
    6. Kami sekarang ada merancang pembuatab proposal juga tapi kami tidak tau arah dan sumber dana kemana?

    Segalah bantuan bapak saya mendoakan agar karir Bapak diberkati yang maha kuasa.
    Bapak Kalau menghubungi saya melalui Email saya Yaitu: sarisklo@yahoo.com.id. Nama Zakharias Manbait.

  3. Yth. BApak Suyanto, M.Pd, Direktur Jenderal Ditjen Manajemen Pendidikan
    Dasar dan Menengah
    Bapak Tolong dong bantuan 1 unit Gedung Baru SMP5 Takari Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur.
    Saya menginformasikan kepada Bapak agar dalam pengambilan keputusan di pertimbangkan yakni:
    1. SMP5 Takari sudah penerimaan siswa baru pada bulan juni 2007 dan sekarang proses belajar mengajar sudah berjalan biasa dengan jumlah 60 siswa.
    2. SMP5 Takari juga sudah ada surat ijin dari Dinas Pendidikan kabupaten Kupang untuk berhak menerima siswa baru
    3. Sementara Proses belajar menggunakan gedung SD Gemit Fatukona.
    4. Dukungan dari masyarakat berupah Hibah tanah kepada pemerintah 20 hektar tanpa pungutan biaya.
    5. Pak kalau ada fail proposal usulan dana pembangunan gedung baru mohon kirim buat saya dan saya bersedia memberikan kontribusi biaya pembuatab proposal jika bapak menghendakinya.
    6. Kami sekarang ada merancang pembuatab proposal juga tapi kami tidak tau arah dan sumber dana kemana?

    Segalah bantuan bapak saya mendoakan agar karir Bapak diberkati yang maha kuasa.
    Bapak Kalau menghubungi saya melalui Email saya Yaitu: sarisklo@yahoo.com.id. Nama Zakharias Manbait.

  4. Kepada Yth
    Bpk Suyanto, M.Pd.
    Direktur Jenderal Ditjen Manajemen Pendidikan
    Dasar dan Menengah

    Sehubungan dengan program Block Grant tersebut di atas, kami informasikan bahwa saat ini saya sedang aktif mengajar di MTs Unggulan Amanatul Ummah kelas akselerasi. Sekolahnya berada di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

    Sebenarnya saya adalah seorang dosen di jurusan Planologi, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang. Tetapi untuk hari sabtu saya sempatkan diri untuk bisa hadir dan mengajar di sekolah tersebut.

    MTs tersebut merupakan MTs yang sangat membutuhkan bantuan biaya khususnya untuk pembangunan gedung, karena saat ini mereka bersekolah di rumah kontrakan yang ‘disulap’ menjadi kelas. Alasannya karena gedung kelas belum selesai dibangun.

    PP Amanatul Ummah sendiri berlokasi di Surabaya, terdiri dari 3 sekolah yaitu MA dengan program reguler dan MBI (Madrasah Bertaraf Internasional), MTs dengan kelas reguler dan akselerasi, serta SMP Unggulan Amanatul Ummah.

    Saat ini, selain membantu mengajar saya sedang membantu merencanakan gedung untuk kelas akselerasi yang berada di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Kebutuhan gedung sekolah dan ruang kelas sangat mendesak, karena animo masyarakat untuk dapat sekolah di sekolahan tersebut sangat tinggi.

    Isi satu kelas hanya 24 siswa dengan 2 kelas paralel, putra dan putri. Tetapi pada tahun ajaran depan sudah ada yang inden untuk masuk ke sekolah tersebut sebanyak 100 siswa.

    Sangat tidak mungkin PP Amanatul Ummah harus sewa 4 rumah lagi untuk keperluan belajar mengajar, padahal kebutuhan atas ruang belajar yang layak sangat mendesak.

    Vegitu diminati karena biaya sekolah unggulan tersebut murah dan tidak seperti sekolah-sekolah unggulan pada umumnya dengan setting biaya pendidikan yang berjuta-juta banyaknya. Sehingga saya bisa maklumi jika pengurus PP Amanatul Ummah sampai bingung mencari dana untuk membangun gedung bagi sekolahan yang diasuhnya.

    Jika memang bantuan dana tersebut ada, kami sangat berterima kasih sekali jika bisa mendapatkan info yang sesuai sehinmgga kami dapat mengusulkan proposal pembangunan gedung bagi sekolah. Akan tetapi jika formatnya adalah pinjaman lunak, kami juga tetap sangat membutuhkan informasi tersebut, karena urusan pendidikan bagi ummat termasuk urusan yang harus disegerakan.

    Sebelumnya kami ucapkan Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

    Fadly Usman, ST., MT
    Planologi FT Unibraw Malang
    HP: 085645042850
    Email: fadly_pwk@yahoo.com

  5. Yth. BApak Suyanto, M.Pd, Direktur Jenderal Ditjen Manajemen Pendidikan
    Dasar dan Menengah

    Saya Sutji Shinto, salah seorang guru honor di SD gang Aut Bogor. Bila ingin mengirimkan proposal untuk mendapatkan dana tersebut, kemana kami harus mengirimkannya?
    Saat ini SD gang Aut Bogor tengah membangun proposal untuk memperbeiki sekolah kami.
    terima kasih

    Sutjishinto@yahoo.com

  6. Yth. Bp. Prof. Suyanto
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    SD Muh. Program Khusus Pracimantoro Wonogiri, adalah bagian dari SD yang mendapatkan Dana Subsidi Peningkatan Mutu dari APBNP 2007. Dana sudah kami tunaikan dan laporan sudah kami kirim, alhamdulillah dan terima kasih atas perhatiaannya. Namun sayang, kami belum memiliyahoo.ki gedung perpustakaan. Sementara ini perpustakaan masih menyatu dengan ruang lab.komputer, lab IPA dan koperasi, sehingga kami belum bisa memanfaatkannya secara maksimal. Mohon perkenan Prof. Suyanto/Dirtjend.Mendikdasmen untuk melengkapi sekolah kami dengan bantuan gedung perpustakaan.Terima kasih.
    Billahittaufiq wal hidayah,
    wassalamu’alaikum wr. wb.
    agustriatmo@co.id

  7. Yth. Bapak Dirjen

    Saya seorang siswi SMPN 1 PERAK Jombang Jawa Timur, Pak sekolah saya ini merupakan salah satu sekolah favorit di tempat kami, tetapi mengenai ICT belum cukup kebutuhan siswa, sehingga di saat pelajaran TIK kami harus bergerombol untuk satu komputer.
    Dari keadaan tersebut saya mohon diberikan bantuan komputer kepada sekolah kami sehingga kami tidak akan menjadi TUMBALNYA MASA KEMODERNISASIAN DI MASA MENDATANG seperti yang sering di ucapkan guru TIK saya yakni Pak Romli. Dia tidak ingin kami menjadi tumbal karena kekurangan peralatan.
    Demikian surat permohonan saya mewakili sekolah saya, atas perhatian dan bantuannya saya sampaikan terima kasih.

    Hormat saya,

    Erna fatmawati

  8. bagaiman cara mendapatkan dana block gr

  9. Yth.Pak Dirjen Yth Tolong SMPN 2 Batur kab.Banjarnegara yg berdiri th 2004 , Lab. ipa belum ada alat praktikum dan mohon bantuan Komputer

  10. Dengan Hormat
    Saya Seorang yang dipercaya oleh Kepala Sekolah
    salah satu sekolah swasta di Ngawi, Jatim yaitu SMP AL-ISLAM PRHNANGKA PARON. Pengenalan komputer di sekolah kami sudah lama dilakukan, yaitu mulai tahun 2001. akan tetapi kami tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan Laboratorium komputer kami untuk mengganti komputer yang sudah tidak layak pakai, pengembangan jaringan dan internet/intranet. juga Fasiliras-fasilitas yang lain yang seharusnya ada. untuk itu kami mohon bantuan untuk pengembangan laboratorium komputer dan peralatan TI di sekolah kami.
    demikian permohonan saya, dan atas responnya kami mengucapkan banyak terima kasih.

  11. mohon untuk sekolah/madrasah swasta yang berada di daerah minus lebih dipertimbangkan untuk pengembangan ICT.
    yang pasti bukan hanya siswa saja yang membutuhkan pengembangan ICT,tetapi banyak tenaga pendidik yang juga masih sangat ketinggalan tentang pengembangan ICT untuk pendidikan.

    ahmad mashduqi
    staf pengajar di MTs Al Ihsan Kalikejambon Jombang Jawa Timur

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: