Refreshing di Perpustakaan Pendidikan Nasional

Diantara deretan buku di Perpustakaan Pendidikan Nasional

Perpustakaan biasanya sesak dengan rak-rak buku, orang-orang serius menunduk membaca, suasana yang hening, dan cenderung membosankan. Tapi yang ini memang lain. Perpustakaan Pendidikan Nasional tak seperti anggapan yang umum. Ketika membuka pintu kacanya yang tebal itu, semua pengunjung akan disambut aroma wangi makanan manis dan sedap yang jadi suguhan La Biblio Café and Book Corner, di kanan ruangan. Sudut refreshing pun dapat dimulai dari sana.
Perpustakaan Pendidikan Nasional yang juga populer dengan sebutan library@senayan, telah dikunjungi oleh hampir 3000 orang pada setiap bulannya. Koleksinya dianggap memenuhi kebutuhan pembaca, dengan jumlah tak kurang dari 18.000 buku, 7000 koleksi audio visual, 38.000 jurnal elektronik, dan 80 judul majalah, tabloid, serta koran terbitan dalam dan luar negeri, tersedia di sana. Perpustakaan ini tak hanya tempat untuk membaca, tapi juga untuk menonton film, mendengarkan musik, menikmati makanan dan minumannya di kafe, dan tentu saja untuk memperluas wawasan ilmu pengetahuan.
Fasilitas yang tersedia memang dirancang dengan konsep modern. Maka jadilah, perpustakaan ini sebagai sarana mencari ilmu dengan cara yang tidak membosankan. Ruangan yang ber-AC,  pencahayaan yang cukup terang, susunan rak buku yang tertata rapi tanpa debu, dan sudut-sudut membaca yang nyaman, memberikan suguhan tersendiri bagi pengunjungnya. Di sana juga tersedia sofa untuk menemani pengunjung menikmati tontonan dari beberapa saluran tv internasional seperti BBC, National Geography, Animal Planet, dan CNN. Pengunjungnya memang dimanja. Tak heran jika Perpustakaan Pendidikan Nasional ini telah menerima penghargaan sebagai perpustakaan terbaik dengan pelayanan prima.

Sebagian Besar Koleksinya adalah Hibah dari British Council Library
 Sekilas menengok sejarahnya, Perpustakaan Pendidikan Nasional yang sekarang berdiri di Depdiknas RI, Gedung A Lt.1, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan merupakan hibah dari Perpustakaan British Council yang dulunya dibuka untuk umum di Gedung Wijoyo Centre, Jakarta. Sebagian besar koleksinya adalah koleksi yang juga pernah ada di British Council.
“Pada waktu itu, British Council sedang mengembangkan gerakan konsep perpustakan digital. Koleksi-koleksi konvensionalnya yang berupa buku dan audio visual, itulah yang dihibahkan kepada Pemerintah RI melalui Depdiknas. Selain alasan-alasan keamanan karena tempo hari terjadi peristiwa Bom Kuningan,” ungkap Ridho, staf pengelola Perpustakaan Pendidikan Nasional.
Penandatanganan MOU hibah ini, dilakukan pada masa Malik Fajar masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Setelah melalui proses lobbying tingkat internasional yang juga melibatkan Atase Pendidikan RI di London, Bambang Warsito Adhi yang kini menjabat sebagai Ketua Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI, akhirnya pada tanggal 24 November 2004, perpustakaan ini diresmikan sebagai Perpustakaan Pendidikan Nasional oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, di Jakarta.
Ridho juga memaparkan, “Penghibahan itu tidak hanya berupa infra struktur perpustakaan, tetapi juga beberapa sistem manajemen dan informasinya. Kami juga mendapatkan  hibah berupa software automasi perpustakaan, dan tradisi di British Council, juga masih kami lakukan sampai sekarang.  Contohnya, dari sistem peminjaman dan pengembalian bukunya, sistem denda bagi keterlambatan pengembalian pinjaman, Selain itu, hibah dari British Council juga berupa uang tunai yang melalui MOU, dana ini diperuntukkan untuk menambah koleksi dan untuk pengembangan perpustakaan selama 1 tahun ke depan sejak tahun 2004. Waktu itu kami masih berada di bawah Biro Kerjasama Luar Negeri. Dan pihak biro ini juga yang membelikan koleksi barunya.”
 Secara struktur, kini Perpustakaan Pendidikan Nasional berada di bawah tanggung jawab Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI. Perpustakaan ini pun telah ditetapkan sebagai ujung tombak untuk meningkatkan citra Depdiknas di mata masyarakat. Sesuai dengan fungsinya sebagai penyedia jasa informasi dan gudang ilmu pengetahuan yang mendukung kegiatan pembelajaran seumur hidup.

Layanan Prima dari Gudang Ilmu
Tempatnya yang nyaman, layanan yang ramah dari seluruh staf perpustakaan, dan tersedianya berbagai program dan fasilitas, bisa bikin pengunjung jatuh hati. Ada yang menjadi unggulan di Perpustakaan Pendidikan Nasional. Menurut penuturan Ridho, koleksi unggulan di tempat ini adalah koleksi pembelajaran Bahasa Inggris yang disebut dengan ELT atau English Learning and Teaching.
 “Animo pengunjung sangat tinggi untuk menggunakan referensi ELT dari sini.  Jadi, untuk para mahasiswa Sastra Inggris dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi keluar negeri, sangat antusias. Begitu juga halnya dengan para guru, pelatih-pelatih kursus, dosen-dosen, banyak yang datang ke sini untuk memanfaatkan koleksi ELT ini,” jelas Ridho.
Selain itu, koleksi audio visual nya pun terdiri dari beberapa judul film yang sedang populer di dunia entertainment. Bisa ditonton di tempat, ataupun dipinjam dan diputar di rumah. Tersedia pula layanan akses internet gratis bagi para anggotanya dan paket-paket diskon harga untuk pembelian makanan, minuman, dan beberapa buku di La Biblio Café and Book Corner. Semuanya sesuai keinginan konsumen.
Layanan prima ini termasuk juga kemudahan-kemudahan untuk urusan pemesanan katalog dan pengembalian peminjaman. Masa perpanjangan peminjaman dapat dilakukan melalui telepon. Begitu pula dengan pemesanan katalog. Pihak perpustakaan akan menelpon pemesannya jika buku atau koleksi audio visual itu telah ada. Dan jika kebutuhan koleksinya tidak dapat terpenuhi di perpustakaan ini, ada sebuah layanan yang disebut dengan layanan reference. Konsumen akan diberikan beberapa rekomendasi tempat lain yang dapat memenuhi kebutuhan katalognya.
Perpustakaan ini dibuka untuk umum, setiap hari Senin s/d Jumat sejak pukul 09.00 WIB s/d 20.00 WIB. Khusus untuk hari Sabtu, hanya dibuka sampai pukul 14.00 WIB.

Selebihnya untuk jadwal liburan nasional, perpustakaan ini tidak beroperasi. Namun sayangnya, walaupun perpustakaan ini dibuka untuk umum, koleksinya bagi kebutuhan anak-anak sekolah dasar, serta para siswa SMP dan SMA, masih belum menjadi prioritas.
Menurut catatan pihak pengelola, sepanjang tahun 2006 lalu, total jumlah pengunjungnya mencapai 35.000 orang. Selain kunjungan personal dan rutin, perpustakaan ini juga menerima kunjungan khusus dari berbagai sekolah. Layanannya disebut dengan Layanan Bimbingan Pemakai. Para tamu khusus yang telah datang ke tempat ini, antara lain SMK I Brebes, British International School, dan beberapa sekolah swasta berkurikulum internasional. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan fasilitas perpustakaan dan mengajarkan pengunjungnya untuk mengunakan fasilitas tersebut semaksimal mungkin.
Di tempat ini juga tersedia kemudahan akses bagi para tuna netra. Perpustakaan Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra menyediakan fasilitas dan program layanan khusus ini. Layanan Pojok Tuna Netra diresmikan pada hari ulang tahun Perpustakaan Pendidikan Nasional tanggal 24 November 2006 oleh Menteri Diknas, Bambang Sudibyo.
“Keuntungan kerja samanya, Perpustakaan Pendidikan Nasional mendapat hibah software JAWS dan Openbook. Perpustakaan ini cukup hanya membeli komputer konvensional yang biasa. Caranya, teks buku di scanning, kemudian ditransfer dalam bentuk bunyi bahasa oleh program software Openbook itu, dan file nya bisa di down load dalam bentuk MP3,” ucap Ridho.
Kelengkapan layanan ini, akan terus menerus dikembangkan semaksimal mungkin untuk kebutuhan para konsumennya. Agar acara berkunjung ke gudang ilmu di Perpustakaan Pendidikan Nasional ini menjadi semakin menyenangkan bagi setiap orang.
 

Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pendidikan (edisi Februari 2007) yang berkantor di Jakarta.

Writer : Ayu N. Andini
 
 

~ oleh one1thousand100education pada Juli 7, 2007.

3 Tanggapan to “Refreshing di Perpustakaan Pendidikan Nasional”

  1. asyik sekali membaca artikel diatas,jadi enggak sabar pingin langsung berkunjung.Sebagai pustakawan ikut bangga ada perpustakaan dengan fasilitas seperti itu. bravo utk perpustakaan depdiknas RI. Semoga suatu saat semua perpustakaan di Inodesia tercinta bisa menyusul…………..

  2. mohon informasi hibah pengembangan perpustakaan perguruan tinggi

  3. seneng bgd deh buat orang-orang yg punya waktu luang bahkan kerjanya deket ma library@senayan.

    Aq pengen bgd kesana, tp masalah waktu lagi2 menjagal. Tempat kerja aq jg lumayan jauh untuk menjangkau kesana, kalau pulang kerja jam 5 , sampai jam berapa disana? yang ada malah sdh tutup..hiks hiks.

    Sukses selalu deh buat library! Aku sgt berharap bisa berkunjung ke libraray@senayan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: