Geliat HIPKI Menembus Pasar Kerja Lokal dan Internasional

Menurut catatan data dari Bappenas, angka pengangguran terbuka pada akhir tahun 2007 diharapkan mengalami penurunan menjadi sekitar 9,9% dari total angkatan kerja, dibanding kondisi pada tahun 2006 yang mencapai sekitar 10,4% dari jumlah total angkatan kerja yaitu sebanyak 106,3 juta orang. Mencari jalan keluar dari tekanan ekonomi dan globalisasi, bukan seperti menjentik debu di ujung jari. Pemerintah harus memberi perhatian yang lebih khusus terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Tuntutan dunia kerja terhadap kualitas keterampilan para tenaga kerjanya, kembali mengingatkan kita terhadap seberapa jauh dunia pendidikan memberi peran terbaiknya untuk hal ini. Penyiapan konsep bagi tersedianya tenaga kerja siap pakai, melahirkan lembaga-lembaga kursus dengan berbagai jenis keterampilan. Berdasarkan data dari Direktorat Pembinaan Kursus per akhir Desember 2006 lalu, di Indonesia telah ada 200 jenis kursus dengan peringkat pertama kursus komputer, diikuti kursus bahasa Inggris dan kursus kecantikan. Sebanyak 11.809 lembaga kursus telah terakreditasi. Dan diperkirakan masih ada sekitar 30.000 lembaga kursus lainnya yang belum tercatat. Persaingan ketat pada pasar kerja nasional dan internasional, mendesak lembaga-lembaga kursus bersiap menghadapi kompetisi ini.

Para penyelenggara kursus yang terhimpun dalam Hipki (Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia), pada tanggal 29 s/d 31 Januari lalu menggelar acara Rakernas Hipki 2007 dengan tema “Meraih Kompetensi, Mengungguli Kompetisi.” Diingatkan kembali bahwa Hipki harus segera bersiap untuk bersaing dengan kesempatan-kesempatan dan pasar-pasar kerja lokal dan internasional.

Kemandirian Organisasi
 Rakernas Hipki 2007 ini, dihadiri oleh 316 orang peserta, dari 32 provinsi dan 76 kabupaten  dan kota. Cuaca dingin dan limpahan hujan gerimis di kawasan Puncak Pass, tak jadi pemadam semangat para pesertanya. Ada banyak target penting yang ingin diraih melalui rakernas Hipki 2007. Dasril Rangkuti, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hipki, memaparkan beberapa diantaranya yaitu, percepatan pengembangan organisasi Hipki sampai ke akarnya, penyamaan persepsi tentang dana block grant pendidikan nonformal, dan percepatan peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan.

 Latar belakang yang menjadi pemicu terpenting adalah mengejar ketinggalan dan daya saing bangsa di pasar kerja internasional. Dasril mengungkapkan, bahwa kelemahan Hipki selama ini adalah belum memiliki strandar kualitas yang dibakukan untuk tenaga pendidik dan kependidikannya. 
 
“Untuk alat ukur sebuah lembaga kursus itu apa? Belum ada lembaga resmi yang mengurus soal lembaga-lembaga kursus di Indonesia. BAN PNF (Badan Akreditas Nasional Pendidikan Nonformal). Lembaga ini baru muncul. Itu pun belum berfungsi. Sampai sekarang belum ada lembaga penguji kompetensi untuk tenaga kependidikan dan pendidik nonformal. Ini perlu kita pikirkan. Kalau BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) juga untuk uji kompetensi tenaga kerja. Itu hanya untuk lulusan kursusnya. Untuk pendidik dan tenaga kependidikan nonformal, memang belum ada,” tutur Dasril panjang lebar.

 Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (Hipki)sebagai salah satu asosiasi dibawah binaan Direktorat PTK-PNF dan Direktorat Pembinaan Kursus ini, telah berdiri sejak September 1980. Dalam perkembangannya hingga kini telah dibentuk 33 DPD Hipki di seluruh provinsi di Indonesia.  Dasril juga menargetkan tahun 2007 ini akan terbentuk 75 DPC Hipki seluruh Indonesia. Diharapkan, dalam 4 tahun sudah terbentuk DPC untuk seluruh Indonesia. Sepanjang periode kepemimpinan Dasril Rangkuti, telah dilakukan beberapa kemitraan dengan banyak pihak
 Selain bermitra dengan Depdiknas dan Depnakertrans, jalinan mitranya juga diperluas ke Pemerintah Daerah. Menurut rencana, Hipki juga akan meraih kemitraan dengan Dinas kabupaten dan kota sebagai salah satu cara bersiap diri terhadap kucuran dana block grant tahap ke-2 dari pemerintah pusat.

 Beberapa program kemitraan yang telah dijalankan Hipki. Antara lain kemitraannya dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Depnakertrans, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi, yang melahirkan program “Three In One” 2006 yang berupa pelatihan, sertifikasi lulusan, dan penempatan kerja. Penanggungjawab pelatihan dikoordinir oleh Depnakertrans. Program ini diharapkan mampu menempa para pengusaha  kecil dan menengah (UKM) untuk lebih mandiri.
 Pada bulan Juni 2006 lalu, Hipki dan PT. Megajob menandatangani nota kesepakatan kerjasama. Kerjasama ini adalah usaha untuk menyelaraskan kegiatan kedua belah pihak dibidang penyediaan Tenaga Kerja Indonesia. Bentuk kerja samanya berupa penyaluran tenaga kerja ke 42.000 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

 Disamping berbagai keberhasilan program yang telah dilaksanakan, secara internal keorganisasian pun Hipki tak lepas dari masalah. Rakernas Hipki 2007, juga dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Luar Sekolah, Direktur Pembinaan Kursus, serta Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan – Pendidikan Nonformal (PTK-PNF). Dalam kesempatan yang baru lalu itu, tim majalah MISI PNF berkesempatan bertemu dengan Pak Subiyanto, Ketua Hipki DPD Papua.
 Dari penuturannya, Hipki DPD Papua telah berdiri sejak tahun 1990, namun dianggapnya berjalan seperti organisasi yang tanpa “darah”. “Hidup tidak, mati pun juga tidak,” ucapnya. Para anggotanya adalah para penyelenggara kursus di seputar wilayah Papua dan hingga kini. Menurut Subiyanto, kegiatan Hipki DPD Papua belum juga muncul hingga kini. Dari Rakernas Hipki 2007, ia mengatakan telah mendapatkan suatu  semangat untuk bangkit dari kebutaan informasi. “Harapan saya, ada kesadaran dari semua pihak. Mulai dari Presiden, Menteri, Dirjen, sampai ke level Dinas-nya. Kalau sudah ada kesadaran bahwa manusia itu harus saling membantu, saya pastikan semuanya akan berjalan lancar. Informasi, penyaluran dana, semuanya,” tegasnya.

 Berkenaan dengan masalah akuntabilitas dalam kemitraan dan kelancaran informasi dari pusat ke daerah, Direktur PTK-PNF, Erman Syamsudin menyatakan dengan tegas, “Kalau memang kita serius untuk menjadikan Rakernas Hipki 2007 ini, sebagai sebuah ajang berkomitmen, apakah ada semacam surat bertandatangan nanti, cap jempol darah mungkin, antara pusat dengan pusat, dan antara daerah dengan daerah, jangan cemas. Sehingga jika nanti dilaksanakan Rakerda-rakerda Hipki DPD harus mengirimkan amanah informasi dari pusat kepada Hipki DPC nya. Cap jempol darah atau komitmen apa yang harus kita sepakati itu. Kalau tidak, semuanya bisa-bisa dianggap sebagai angin surga.” 

Akreditasi Lembaga-Lembaga Kursus 
Salah satu sandungan masalah yang hingga kini masih  belum teratasi adalah masalah akreditasi bagi lembaga-lembaga kursus yang jumlahnya mencapai 20.000. Untuk masalah ini, dukungan dari pihak pemerintah sebenarnya telah tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003, pasal 60 dan 61 dari depdiknas tentang syarat akreditas dan sertifikasi. Peraturan ini juga diperkuat oleh UU  Nomor 13/2003 yang diterbitkan Depnakertrans. Dalam UU tersebut mengatakan bahwa setiap penyelenggara kursus dan pelatihan tidak boleh mengeluarkan ijazah dan sertifikat tanpa ada akreditasi. Jika saja ada penyelenggara kursus yang melanggarnya akan dikenakan sanksi berupa denda sebanyak Rp1 miliar atau kurungan 10  tahun penjara.

Sebagai jalan keluar dari masalah akreditasi ini, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Kursus telah mengalokasikan dana sebesar Rp 21 miliar untuk 1000 lembaga kursus di kabupaten dan pedesaan yang belum diakreditasi.

Selain untuk mengurus akreditasi, setiap lembaga kursus yang memperoleh bantuan dana ini, dapat mempergunakan dananya untuk menambah sarana serta memperbaiki manajemen pengelolaan kursus. Dengan syarat, lembaga kursus dimaksud telah mempunyai badan hukum, mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan rekening atas nama lembaga.

Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah khusus pendidikan nonformal (edisi Maret 2007) yang berkantor di Jakarta.

Writer : Ayu N. Andini

~ oleh one1thousand100education pada Juli 9, 2007.

10 Tanggapan to “Geliat HIPKI Menembus Pasar Kerja Lokal dan Internasional”

  1. kami anggota HIPKI Kab. Lumajang, Propinsi Jawa Timur.
    Nama Lembaga : Lembaga Pendidikan dan Kursus “SMART”
    Alamat : Jl. Kapt Suwandak No. 165 Lumajang
    Telp/Fax : 0334 – 887847
    Email : lpksmartlumajang@yahoo.com
    Materi Kursus: – Teknisi Komputer
    – Operator komputer
    – Bahasa Asing
    Pimpinan : Taufik Hidayat
    Hp : 08563677522

    Kami mohon bantuan informasi dana bantuan untuk lembaga, demi pengembangan lembaga kami. untuk administrasi kami sudah lengkap.
    Demikian dari kami, dan kami menunggu kabar terbaru dari anda. Terima kasih.

  2. Terima kasih, atas komentar pak Taufik atas artikel ini. Tapi saya tetap salut pada semangat Pak Dasril Rangkuti (Ketua HIPKI pusat) yang selalu menyatakan: “Kami akan bergerak, tanpa harus tunggu-tunggu bantuan dana dari pemerintah. Sebab ini untuk kemajuan semuanya juga, kan?”
    Mungkin pak Taufik bisa konsultasi langsung dengan pak Dasril. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerjasama Kelembagaan dan Promosi di BNSP-Jakarta. Bisa dihubungi ke kantornya. Alamat:
    Jl. MT. Haryono Kav.52, Jakarta Selatan. Telp: 021-7992685. Fax: 021-7992321.

  3. Halo salam kenal

  4. salam kenal juga.
    welcome into my blog. I’ll tell you everything I know about Indonesian education system. please enjoy your speed read…

  5. hai, salam kenal…
    bisa kah saya meminta list atau situs2 lembaga pelatihan/kursus di Jakarta, khususnya tentang riset dan ilmu komunikasi/humas
    kalau bisa dikirim ke imel saya. tq
    regard
    Bogie (aluno21@yahoo.com)

  6. hai juga, salam hangat dari saya di sini mas bogie.
    untuk alamat situs2 pelatihan/kursus di Jakarta, mas bisa tanyakan langsung ke kantornya pak Dasril Rangkuti (ketua HIPKI Pusat). alamat dan nomor teleponnya, sengaja saya cantumkan dalam surat tanggapan saya. (lihat di atas). selamat berjuang ya mas bogie..🙂

  7. Hipki harus terus memperbaiki diri, kreativitas ditularkan pada sepuluh DPC.

  8. Hallo HIPKI Bandung Baratnya Gimana????

  9. kami anggota HIPKI Kota Probolinggo, Jawa Timur.
    Nama Lembaga : Lembaga Pendidikan Komputer Bisnis VOSTEC Probolinggo
    Alamat :
    1. Jl. KH. Hasan Genggong No. 142 Probolinggo(Head Office)
    2. Jl. Soekarno Hatta No. 112 Probolinggo

    No. Telp : 0335 – 422999 / 431918
    Email : dian_sektifebrianto@yahoo.co.id
    Jenis Kursus
    – Komputer Aplikasi
    – Tehnisi

    fasilitas
    – Lab Internet
    – Lab Tehnisi
    – Lab Komputer
    – Musholla
    – Kamar Mandi
    dll
    Nama Pimpinan : Dian Sekti Febrianto, S.Sos
    Hp : 081336272721

    Lembaga Kursus kami sudah berdiri sejak tahun 2002, sejak berdiri hingga sekarang kami tidak pernah mendapat bantuan (dana), jangankan dana, kunjungan atau sekedar informasi saja kami sulit sekali mendapatkannya, padahal menurut info (diinternet) banyak sekali dana yang dikucurkan oleh pemerintah, tapi kok kita nggak pernah dapat y infonya??? so kita mesti cari info kemana nich?
    tolong dooong, please (ucik – Bag. Administrasi)

  10. Setema juga dengan teman-teman di atas,
    Nama Lembaga : Smart English
    Alamat : Jl Tengger Raya no 6 Mojokerto
    Jenis Kursus : Bahasa Inggris tingkat dasar sampai lanjut
    Telpon : 0321-381434
    Pimpinan : Andi Firmansyah

    Geliat HIPKI di daerah saya sudah mati suri,sama sekali tidak ada sentuhan yang di berikan pada tiap kursus.
    Untuk masalah dana pun demikian,semua saya ambil dari kantong pribadi maupun perputaran omzet kursus yang masih minim.Padahal untuk mengembangkan kearah yang lebih baik,kami butuh dana yang lumayan besar.Sedangkan informasi dana dari pemerintah pusat maupun provinsi selalu tidak di sampaikan kepada kami.
    Mungkin sudah di tampung sendiri oleh pihak yang bersangkutan dan di salurkan ke kantong pribadinya masing-masing.
    Saya cuma bisa mengucapkan selamat menikmati makan uang penyelewengan pendidikan kepada oknum-oknum pada instansi yang terkait,semoga sehat selalu.
    Semoga HIPKI kedepan bisa menyelesaikan hal ini,sehingga pengembangan pendidikan di Indonesia bisa lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: