Harus Ada Karakteristik Pembeda untuk Pendidikan Nonformal

Nara sumber : Prof. DR. Dewa Komang Tantra, Dip. App. Ling, Msc, Ketua BAN PNF.


 “Kilas balik pada riwayatnya, keanggotaan BAN-PNF (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal) yang berjumlah 13 orang ini baru saja dilantik pada bulan November 2006. Lalu akhir tahun 2006, kami mengadakan pemilihan ketua BAN-PNF. Kebetulan, saya terpilih. Dan awal tahun 2007, secara marathon kami mengadakan rapat-rapat berkenaan dengan seluruh konsep, outputnya dan masa depan BAN PNF nantinya.
Tentang pendidikan nonformal, ini sektor yang paling banyak mengatasi orang-orang yang drop out  (DO), putus sekolah, dan para pengangguran tanpa keahlian. Lalu orang-orang yang menangani mereka inilah yang disebut tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal. Ada beberapa model yang akan kita terapkan untuk menyusun system akreditasinya. 

Jika kita meninjau ke PP No.19 tahun 2005, ada ukuran-ukuran yang porsinya lebih cenderung ke pendidikan formal. Perumusan standar kompetensi pendidikan nonformal, harus berhati-hati. Kemudian spektrum dalam pendidikan sangat beragam, karena ini untuk memutuskan ini harus berhati-hati. Kompetensi adalah seperangkat kemampuan keterampilan yang sangat kompleks. Karena akan sangat berbeda jenis kompetensi antara pendidikan nonformal dan pendidikan formal.
Misalkan untuk pendidikan non-formal pada Pendidikan Anak Usia Dini, tentu ini akan berbeda kalau ditinjau dari penilik, instruktur, dan sebagainya. Sudah pasti, ini memerlukan penelitian yang sangat dalam. Dan kalau tidak hati-hati, jangan-jangan bisa salah nanti. Harus ada ciri khas atau karakteristik pendidikan nonformalnya. Tentang bagaimana karakteristik dan akreditasi yang diberikan nantinya, kami akan meminta banyak bantuan dari para asosiasi/forum PTK-PNF, BP-PLSP, BPKB, SKB, dan sebagainya. Perlu juga kami bentuk pemikiran bahwa bagaimanapun program ini menjadi suatu kebutuhan. Ini yang paling penting.

Model akreditasi yang nantinya akan diberikan oleh BAN PNF, tidak sama dengan konsep akreditasi pada BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
Mereka punya kategori Akreditasi A, B, C. Tetapi BAN PNF tidak dengan cara yang sama seperti mereka. Jika ini terjadi, maka mungkin tak akan ada lagi lembaga pendidikan nonformal.BAN PNF, akan mengembangkan suatu model yang menyangkut program akreditasi. Ada 5 aspek yang terlibat didalamnya, yaitu: institution of development,  human resources development, dana, dan fasilitas.

Untuk kinerja kami sekarang, masih banyak dibantu oleh Balitbang Depdiknas. Dan beberapa rencana untuk tahun 2007 ini, antara lain pada bulan Mei nanti, kami harus melahirkan 6 pedoman yang harus kami validasi. Proses penyusunannya bekerja sama dengan berbagai kalangan. Ini merupakan penyusunan kebijakan, juga mengenai agregasi PNF  di masa yang akan datang. Panduan teknis agregasi untuk dilaksanakan, beserta instrument-instrumennya. Nanti akan turut terlibat BNSP dan BSNP di dalamnya.

Selain itu, pada waktu yang akan datang, akan segera dibentuk BAN PNF tingkat provinsi, dan sesuai dengan permintaan Mendiknas, Bambang Sudibyo, akan segera juga dibentuk BAN PNF di dinas-dinas kabupaten. Karena program-programnya akan kami jalankan bukan hanya di provinsi tetapi juga sampai ke tingkat kabupaten. Sekarang, beberapa sedang dalam tahap uji coba untuk diterapkan di SKB, PAUD, dan lembaga-lembaga kursus.

Beberapa hambatan yang selama ini dirasakan, adalah kendala teknis. Yakni merangkum berbagai pemikiran, sementara itu, waktu yang tersedia sangat singkat.  Hingga masih banyak informasi yang seharusnya digali dan diteliti. Namun menurut saya, langkah pemerintah mengelola PNF sudah bagus. Pada tahun 2001 saja sudah mendapatkan ISO. Saya kira untuk mendapatkan atau mencapai standar kualitas, baik tenaga pendidik ataupun bukan, ini sudah menjadi prestasi yang sangat luar biasa. Ini sebuah bentuk komitmen yang luar biasa. Dan ke depan jika ini terus ditingkatkan, saya yakin proses kemajuan bangsa ini akan terasa cepat.”

Tulisan ini telah dimuat di sebiah majalah khusus pendidikan nonformal (edisi Maret 2007) yang berkantor di Jakarta.

Writer: Ayu N. Andini

~ oleh one1thousand100education pada Juli 11, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: