Standarisasi dalam Belantara PTK-PNF

Nara sumber: Dr. Suharsono, M.Pd , Sekreatis Badan Standar Nasional Pendidikan
“Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), bukan badan sertifikasi. BSNP tidak membentuk konsep tentang bagaimana memberikan sertifikasi tenaga kerja, melainkan mengembangkan standar-standar kualifikasi dan kompetensinya. Dalam hal ini, untuk pendidik dan tenaga kependidikan memang memiliki suatu peran yang sangat strategis. Pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melakukan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, dan melakukan pembinaan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat (khususnya untuk pendidik di perguruan tinggi). Sedangkan tenaga kependidikan, bertugas melakukan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis utk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Disusunnya standar kualifikasi dan kompetensi, memang untuk menunjang pencapaian dan mutu PTK-PNF. Pendidikan nonformal, ibaratnya seperti hutan belantara, ada banyak jenis didalamnya. Bicara tentang PTK-PNF, sangat berbeda dengan pendidikan formal. Pendidikan formal cuma punya satu nama untuk pendidiknya, yaitu guru. Tapi ini tidak berlaku untuk pendidikan nonformal. Pendidiknya ada banyak sebutan, antara lain pamong belajar, instruktur, tutor, pembimbing, dan penguji.

Ini kan yang perlu kita sikapi dengan penyiapan standar-standarnya. Standarisasi profesional menurut PP No.19 tahun 2005, yaitu bahwa  pendidik dan tenaga kependidikan PNF harus memiliki kualifikasi dan potensi akademik, punya kompetensi sebagai agen pembelajaran, dan tentunya sehat jasmani rohani, serta mampu untuk mewujudkan wajib belajar pendidikan nasional.
Sebagai contohnya, kompetensi di tingkat pendidikan dasar dan menengah serta PAUD. Secara garis besar, pendidiknya mengikuti kompetensi paedagogi yang didalamnya ada metodologi, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi substansi, dan kompetensi sosial. Dan sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik PTK-PNF. Proses yang merupakan pengakuan secara profesional. Profesional, seharusnya sudah berpendidikan, dan sudah harus memiliki kompetensi. Kompetensi-kompetensi seperti apa yang diperlukan untuk memperoleh sertifikat? Inilah hal yang dikembangkan BSNP. Beberapa standar kompetensi, yang diperlukan oleh PTK-PNF. Inilah ruang gerak BSNP.

Badan ini dibentuk berdasarkan PP No.19 tahun 2005. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNSP bersifat mandiri dan profesional. BSNP juga membantu menteri dalam mengembangkan standar, memantau pelaksanaan standar, dan mengendalikan standar nasional pendidikan. Setelah ditetapkan oleh UU/PP, maka standar-standar yang dikembangkan oleh BSNP, berlaku efektif dan mengikat semua satuan bidang pendidikan secara nasional. BNSP diberi kewenangan untuk mengembangkan standar pendidikan, menyelenggarakan ujian-ujian nasional, memberikan rekomendasi kepada pemda dalam penjaminan mutu pendidikan, termasuk juga menilai buku-buku teks pelajaran, dari sisi penyajian, bahasa, isi materi, dan grafikanya. Jadi apa-apa yang akan “disantap” oleh siswa-siswa itu harus distandarkan dulu.

Ada 8 standar yang menjadi ruang lingkup kerja BSNP, yaitu standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan kependidikan, sarana prasana, pengelolaan, serta standar penilaian. Berkaitan dengan standarisasi dan kompetensi PTK-PNF, maka BNSP bergerak di bidang standar pendidik dan tenaga kependidikan. PTK-PNF merupakan komponen dari tenaga pendidik dan kependidikan yang memang harus distandarkan. Diharapkan agar outputnya atau lulusannya juga terstandar. 

Tahun 2007 ini BNSP mengagendakan untuk menyusun standar instruktur, standar pamong belajar, tutor, penilik, dan tenaga perpustakaan. Untuk standar PTK-PNF lainnya akan dibahas tahun 2008. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi PTK-PNF yang dihasilkan oleh BSNP, nantinya akan menjadi acuan bagi badan-badan/lembaga-lembaga lainnya yang menangani program sertifikasi PTK-PNF. Bisa saja oleh BNSP, atau dari asosiasi-asosiasi profesi, bidang keterampilan, perguruan tinggi, dan pihak-pihak lain. Jadi, inilah kira-kira ruang lingkup kerja BSNP dalam standarasisasi dan sertifikasi PTK-PNF.”

Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah khusus pendidikan nonformal (edisi Maret 2007) yang berkantor di Jakarta.

Writer : Ayu N. Andini

~ oleh one1thousand100education pada Juli 11, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: