Sekretariat Bersama, Meringkas Jarak di Provinsi Banten

“Kami memang masih di rumah kontrakan. Biaya kontraknya setahun Rp 15 juta. Tapi sepadan dengan fungsinya sekarang. Cukup efektif untuk memperlancar jalur koordinasi,” ujar Ahmad Suhaeri, S. Pd, selaku sekretaris Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sekaligus Ketua PKBM Pelita Pandeglang yang terhitung kerap beraktifitas di sana. Sejak awal Januari 2007 lalu, di rumah kontrakan inilah aktifitas Forum PTK-PNF dan Mitra PNF di Provinsi Banten mulai berdenyut. Ada 6 ruangan kantor dan 1 ruang tengah serba guna yang kini digunakan sebagai kegiatan operasionalnya.

 

Sekretariat bersama Forum Pendidik dan Tenaga Pendidik Pendidikan Nonformal (PTK-PNF) yang ada di Provinsi Banten memang yang pertama di Indonesia dalam sejarah Forum PTK-PNF. Tujuannya sederhana, agar mudah berkoordinasi dengan sesama anggota Forum PTK-PNF maupun ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

 

Rumah dengan luas bangunan sekitar 380 m² ini berdiri di atas tanah dengan luas 400 m². Gedung ini memang cuma rumah berlantai 2. Di pagar depannya ada papan dipancangkan. Tertera jelas tulisan : SEKRETARIAT BERSAMA FORUM PTK-PNF DAN MITRA PNF, Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

 

Sekretariat Bersama (Sekber) ini, beralamat di Jl. Letnan Kolonel Tb. Suwandi No. 56, Lingkar Selatan, Ciracas, Serang, Banten. Jalan raya di depannya banyak dilewati kendaraan umum. Posisinya lumayan strategis. Hanya perlu 10 menit berjalan kaki dari kantor ini menuju kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Biaya kontrak, ditanggung bersama oleh kurang lebih 11 Forum PTK-PNF Provinsi Banten yang beraktifitas di dalamnya. Sebelas Forum yang dimaksud yaitu: Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKBM), Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Forum Pamong Belajar, Ikatan Penilik Indonesia, Tenaga Lapangan Dikmas (TLD), Himpaudi, Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI), Himpunan Pengelola Kursus Indonesia (HIPKI) Forum Komunikasi Kesetaraan, Forum Komunikasi Keaksaraan, dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Pendidikan Nonformal (LKBH PNF).

 

Kendala Koordinasi

Provinsi Banten terdiri dari 2 Kota, 4 Kabupaten, 140 Kecamatan, 262 Kelurahan, dan 1.242 Desa. Pemerintah Provinsi Banten sebagai provinsi yang ke-30 di Indonesia. Dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2000 Tanggal 17 Oktober 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten dengan wilayah meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon dan Serang jadi ibukota provinsinya. Luas wilayah Banten adalah 8.651,20 Km² .

Tak mudah untuk menyatukan persepsi dan melakukan koordinasi di ruang wilayah seluas itu. Masing-masing Ketua Forum PTK PNF, membawahi puluhan bahkan ratusan lembaga. Untuk mempermudahnya, mereka memperpendek jarak dan mendekatkan hubungan satu sama lain melalui ruang-ruang kerja di Sekretariat Bersama Forum PTK-PNF. 

 

“Latar belakang kami bersama-sama di sini karena kendala yang kerap terjadi. Kami agak kesulitan berkoordinasi dengan teman-teman yang ada di kabupaten. Semenjak berkumpul disini, semua teratasi,” ungkap M. Kussudihardjo Sulandjar, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi Banten.

 

Di Provinsi Banten tercatat ada 191 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang perkembangannya berada di bawah pembinaan FTBM Provinsi Banten. Kontribusi Sekretariat Bersama PTK PNF ini cukup signifikan bagi mereka. Info-info tentang program-program bantuan dari pusat dan daerah bisa lebih cepat tersosialisasikan. Misalnya, untuk mendukung program tuntas buta aksara, ada beberapa TBM provinsi Banten yang telah menerima bantuan dana dari APBD 2, masing-masing sebesar Rp10 juta,-.

 

Banyak keuntungan yang bisa diterima. Kussudiharjo juga menyatakan bahwa sekber ini juga mampu memfasilitasi pembinaan untuk sistem pengelolaan di masing-masing satuan kerja TBM. Lembaga-lembaga TBM yang tersebar di semua kabupaten, bisa setiap saat berkonsultasi dengan Ketua FTBM.  “Kami melayani kebutuhan mereka melalui telepon dan faximilie nomor 0254-210873 dan layanan langsung pada jam-jam kerja,” ungkap Kussudihardjo. Walaupun demikian, kemudahan-kemudahan koordinasi yang telah diperoleh ini tidak mengurangi program kegiatan kunjungan langsung ke masing-masing wilayah. “Kami para pengurus FTBM, tetap melakukan kunjungan 1 tahun sekali ke kabupaten-kabupaten untuk lakukan evaluasi dan pembinaan,” ucap Kussudihardjo.

Tak jauh beda dengan yang dituturkan Ari Subhan, S. IP, Sekretaris Forum Komunikasi Keaksaraan Banten. “Koordinasi dan konsolidasi jadi lebih gampang, ” ucapnya. Tercatat, dalam program mereka diadakan acara pertemuan Forum Keaksaraan se-Provinsi Banten sebanyak 1 kali sebulan. “Fungsi Sekber PTK PNF ini cukup maksimal,” tegas Ari. Kegiatan yang kerap dilakukan di sana, berupa pendataan aktifitas Forum Keaksaraan di tiap kabupaten se-Banten. Prosesnya banyak kerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabangnya di tiap kabupaten dan kota. Berbagi informasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten pun jadi lebih cepat. Mengingat jarak Sekber PTK PNF yang tak jauh dari kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

“Kami juga melakukan persiapan-persiapan diklat, di Sekber PTK PNF ini. Semuanya untuk peningkatan mutu mereka. Juli 2007 lalu, sudah dilakukan diklat tutor keaksaraan di LPMP Lebak, ” tutur Ari. Selain itu, beberapa desain program tematik untuk penyelenggaraan Kekasaraan Fungsional di Banten, pun disusun bersama di sekber ini.       

Fungsi Sekber PTK PNF Banten juga banyak digunakan oleh Forum Tenaga Lapangan Pendidikan Masyarakat (FTLD). Ilham Perdana, S.H. Selaku Ketua FTLD Banten, juga bertanggung jawab atas pembinaan 151 orang Tenaga Lapangan Dikmas yang tersebar di 157 kecamatan se-provinsi Banten. “Aktifitas Forum TLD di sini dimulai awal Maret 2007. Ada jadwal pembinaan rutin di sini. 3 bulan sekali kami berbagi pengalaman dengan sesama TLD. Di termin ini biasanya ada banyak studi kasus yang dianalisa. Kami juga mendatangkan orang yang berkompeten dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten,” ucapnya. Ia juga mengakui, fungsi Sekretariat Bersama Forum PTK-PNF Provinsi Banten sangat menunjang operasional TLD. “Intensitas komunikasi dengan para anggota TLD jadi lebih tinggi,” tegasnya.

 

Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FPKBM) pun menyatakan bahwa kegiatan yang paling dominan di Sekber PTK PNF Banten adalah berbagi informasi. Disamping itu ada beberapa program rutin yang juga dilakukan di sana. Diantaranya, koordinasi kegiatan PKBM dari seluruh kabupaten termasuk pembinaan kelembagaannya dan upaya menjalin kerja sama dengan pihak luar/swasta. “Untuk hal ini memang lebih gampang jika dibicarakan langsung di Sekber karena untuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi juga tidak sulit,” aku Ahmad Suhaeri.

 

Aktifitas terakhir yang dilakukan pada bulan Agustus 2007 lalu adalah persiapan-persiapan untuk acara Rapat Kerja Daerah IPI Banten.  Oman Solihin, S. Sos, salah seorang yang menjadi pengurus Sekber PTK PNF Banten dan kini juga menjabat sebagai Ketua Forum Ikatan Penilik Indonesia (IPI) untuk Provinsi Banten, mengungkap kelancaran kegiatan yang baru saja mereka gelar.

 

“Beberapa bulan, kami sudah lakukan persiapan-persiapan Rakerda IPI Banten, di Sekber PTK PNF. Terakhir, pertemuan digelar di sana, tanggal 26 Agustus 2007. Satu hari sebelum acara Rakerda IPI Banten diselenggarakan di Hotel Mambruk, Anyer-Banten,” ucapnya.  Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang penilik se-Provinsi Banten. Kali ini temanya tentang meningkatkan profesionalisme penilik untuk sukseskan Inpres No. 5 Tahun 2006, tentang Pemberantasan Buta Aksara.

Di luar semua kemudahan koordinasi ini, Sekber PTK PNF Banten juga menyelenggarakan kegiatan kursus komputer dan bahasa Inggris. “Kursus ini dibawah tanggungjawab forum Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Provinsi Banten,” paparnya. Telah ada 5 orang peserta kursus yang rutin datang setiap hari Senin dan Kamis sore ke sana.

Sekretariat Bersama Forum PTK-PNF Provinsi Banten, mendapat dukungan langsung dari Direktorat PTK-PNF Depdiknas, berupa 50 unit kursi, 6 unit meja komputer, dan beberapa meja kantor. Selain itu, aktifitas mereka juga mendapat dukungan fasilitas berupa satu buah laptop dari Direktur PTK-PNF.

Terakhir, pada bulan Mei 2007 lalu, Forum PTK PNF Banten telah mendapatkan bantuan berupa voucher senilai Rp 10 juta,- dari Direktorat PTK-PNF yang diperuntukkan bagi program-program kegiatan Forum PTK-PNF Banten.

Erman Syamsuddin S.H., M. Pd, Direktur PTK-PNF mengharapkan agar provinsi-provinsi lain dapat mencontoh sistem telah dilakukan oleh Provinsi Banten. Agar terjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak lain yang peduli terhadap kemajuan PTK-PNF.

 

Tulisan ini telah dimuat di sebuah majalah pendidikan nonformal yang berkantor di Jakarta.

Writer: Ayu N. Andini

~ oleh one1thousand100education pada Desember 12, 2007.

Satu Tanggapan to “Sekretariat Bersama, Meringkas Jarak di Provinsi Banten”

  1. Salam sejahtera,
    Semoga usaha anda mencapai kejayaan dan saya sangat tertarik diatas usaha gigih yang diusahkan sebelum ini, dan di masa mendatang, akan mencapai kejayaan yang cemerlang.
    Saya memiliki satu proposal yang sedang diusahkan, dan mungkin proposal ini dapat menjalin kerjasama antara Hipki dengan organisasi yang miliki itu GGIC dan GIC iaitu Garudian Independent Certification di Malaysia.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: